- Gerakan Pramuka berlambangkan: Gambar silhouette TUNAS KELAPA
- Uraian arti Lambang Gerakan Pramuka
- Buah kelapa/nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan “CIKAL”, dan
istilah “cikal bakal” di Indonesia berarti: penduduk asli yang pertama
yang menurunkan generasi baru.
Jadi buah kelapa/nyiur yang tumbuh itu mengandung kiasan bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia. - Buah kelapa/nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat, ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia. - Kelapa/nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya
daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.
Jadi melambangkan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana dia berada dan dalam keadaan bagaiaman juga. - Kelapa/nyiur tumbuh menjulang lurus keatas dan merupakan salah satu pohan yang tertinggi di Indonesia.
Jadi melambangkan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu. - Akar Kelapa/nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah.
Jadi lambang itu mengkiaskan, tekad dan keyakinan tiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya. - Kelapa/nyiur adalah pohon yang serba guna, dari ujung atas hingga akarnya.
Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaanya kepada kepentingan Tanah air, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.
- Buah kelapa/nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan “CIKAL”, dan
istilah “cikal bakal” di Indonesia berarti: penduduk asli yang pertama
yang menurunkan generasi baru.
- Lambang Gerakan Pramuka diciptakan oleh Sumardjo Atmodipuro (almarhum), seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai Pegawai Tinggi Departeman Pertanian
- Lambang Gerakan Pramuka digunakan sejak tanggal 14 Agustus 1961 pada Panji-panji Gerakan Pramuka yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden republik Indonesia.
- Pemakaian lambang Gerakan Pramuka sebagai lencana dan penggunaannya dalam tanda-tanda, bendera, papan nama, dsb. diatur dalam Petunjuk-petunjuk Penyelenggaraan.
- Lambang Gerakan Pramuka berupa Gambar silhouette TUNAS KELAPA sesuai dengan SK Kwartir Nasional No. 6/KN/72 Tahun 1972, telah mendapat Hak Patent dari Ditjen Hukum dan Perundangan-undangan Departeman Kehakiman, dengan Keputusan Nomor 176634 tanggal 22 Oktober 1983, dan Nomor 178518 tanggal 18 Oktober 1983, tentang Hak Patent Gambar TUNAS KELAPA dilingkari PADI dan KAPAS, serta No. 176517 tanggal 22 Oktober 1983 tentang Hak Patent tuliasan PRAMUKA.
Jumat, 15 Agustus 2014
Kamis, 14 Agustus 2014
SALAM PRAMUKA !!!
Alhamdulillah pada tanggal 14 Agustus 2014 telah dilaksanakan pelantikan Dewan Ambalan masa bakti 2014/2015 dengan susunan sebagai berikut :
1. Pradana Putra : Dwi Rahmanto XI TKR A
2. Pradana Putri : Arlya Suci Ardiyani XI TKJ A
3. Ketua Harian I : Ricky Haryanto XI TKJ A
4. Ketua Harian II : Abdul Rohim XI TKR A
5. Kerani I : Hertina Nur Islamiyah XI TGB B
6. Kerani II : Ekanda Dimas Bagus Kusumo XI TAV A
7. Juru Uang I : Marko Dwi Nugroho XI TPm B
8. Juru Uang II : Baiq Nanda Gunawan XI TPL
9. Juru Adat I : Bayu Cahyo Prasetyo XI TPm A
10. Juru Adat II : Yoga Danang Prasetyo XI TPm A
11. Juru Adat III : Ayu Duwi Rahmawati XI TKJ A
12. Ketua Sanggar I : Wahyu Nur Pambudi Hariyanto XI TPm B
13. Ketua Sanggar II : Ilham Maulana Febriyansyah XI TPm B
14. Koordinator Lapangan I : Alief Canggih Syahzada XI TKR B
15. Koordinator Lapangan II : Yoga Ahmad Riyan XI TPm B
16. Sie. IT I : Asri Noor Faati XI TKJ B
17. Sie. IT II : Eko Jeli Cahyono XI TPm B
18. Sie. Tekpram I : Siraj Salahuddin XI TKR A
19. Sie. Tekpram II : Isnaini Hastuti XI TKJ B
20. Sie. Evabang I : Kadariyanto XI TKR B
21. Sie. Evabang II : Yuniana Putri Sulistiyani XI TKR B
22. Sie. Evabang III : Damar Dzalaidi XI TKJ A
23. Wali Kelas TPL : Muhammad Aziz Nur Huda XI TKR B
24. Wali Kelas TKB : Fian Lavida XI TKB
25. Wali Kelas TKR A : Diani Ratna Della XI TGB B
26. Wali Kelas TKR B : Fikri Vauzi XI TKR B
27. Wali Kelas TPm A : Yoga Prasetya XI TPm B
28. Wali Kelas TPm B : Anggita Syifaul Khusna XI TKJ B
29. Wali Kelas TKJ A : Nur Taufik Hidayat XI TPm A
30. Wali Kelas TKJ B : Eva Fitri Hardiyani XI TKJ B
31. Wali Kelas TAV A : Ruchanan Nur Lukman XI TKR B
32. Wali Kelas TAV B : Anggi Indriyani XI TAV A
33. Wali Kelas TITL A : Rifki Ramadhan XI TPm B
34. Wali Kelas TITL B : Hafid Ramadhan XI TKR A
35. Wali Kelas TGB A : Chesar Hari Yulianto XI TPm A
36. Wali Kelas TGB B : Alvin Pradana XI TGB B
37. Wali Sangga Putri : Sri Sukeksi XI TGB A
Alhamdulillah pada tanggal 14 Agustus 2014 telah dilaksanakan pelantikan Dewan Ambalan masa bakti 2014/2015 dengan susunan sebagai berikut :
1. Pradana Putra : Dwi Rahmanto XI TKR A
2. Pradana Putri : Arlya Suci Ardiyani XI TKJ A
3. Ketua Harian I : Ricky Haryanto XI TKJ A
4. Ketua Harian II : Abdul Rohim XI TKR A
5. Kerani I : Hertina Nur Islamiyah XI TGB B
6. Kerani II : Ekanda Dimas Bagus Kusumo XI TAV A
7. Juru Uang I : Marko Dwi Nugroho XI TPm B
8. Juru Uang II : Baiq Nanda Gunawan XI TPL
9. Juru Adat I : Bayu Cahyo Prasetyo XI TPm A
10. Juru Adat II : Yoga Danang Prasetyo XI TPm A
11. Juru Adat III : Ayu Duwi Rahmawati XI TKJ A
12. Ketua Sanggar I : Wahyu Nur Pambudi Hariyanto XI TPm B
13. Ketua Sanggar II : Ilham Maulana Febriyansyah XI TPm B
14. Koordinator Lapangan I : Alief Canggih Syahzada XI TKR B
15. Koordinator Lapangan II : Yoga Ahmad Riyan XI TPm B
16. Sie. IT I : Asri Noor Faati XI TKJ B
17. Sie. IT II : Eko Jeli Cahyono XI TPm B
18. Sie. Tekpram I : Siraj Salahuddin XI TKR A
19. Sie. Tekpram II : Isnaini Hastuti XI TKJ B
20. Sie. Evabang I : Kadariyanto XI TKR B
21. Sie. Evabang II : Yuniana Putri Sulistiyani XI TKR B
22. Sie. Evabang III : Damar Dzalaidi XI TKJ A
23. Wali Kelas TPL : Muhammad Aziz Nur Huda XI TKR B
24. Wali Kelas TKB : Fian Lavida XI TKB
25. Wali Kelas TKR A : Diani Ratna Della XI TGB B
26. Wali Kelas TKR B : Fikri Vauzi XI TKR B
27. Wali Kelas TPm A : Yoga Prasetya XI TPm B
28. Wali Kelas TPm B : Anggita Syifaul Khusna XI TKJ B
29. Wali Kelas TKJ A : Nur Taufik Hidayat XI TPm A
30. Wali Kelas TKJ B : Eva Fitri Hardiyani XI TKJ B
31. Wali Kelas TAV A : Ruchanan Nur Lukman XI TKR B
32. Wali Kelas TAV B : Anggi Indriyani XI TAV A
33. Wali Kelas TITL A : Rifki Ramadhan XI TPm B
34. Wali Kelas TITL B : Hafid Ramadhan XI TKR A
35. Wali Kelas TGB A : Chesar Hari Yulianto XI TPm A
36. Wali Kelas TGB B : Alvin Pradana XI TGB B
37. Wali Sangga Putri : Sri Sukeksi XI TGB A
Jumat, 08 Agustus 2014
Sejarah Pramuka Indonesia
Scouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.
Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.
Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.
Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.
Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.
Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.
Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.
(sumber:pramuka.or.id)
Sejarah Pramuka Indonesia
Scouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.
Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.
Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.
Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.
Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.
Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.
Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.
(sumber : pramuka.or.id)
SEJARAH PRAMUKA DUNIA
Sejarah Singkat Gerakan Pramuka DUNIA
A. Pendahuluan
Kalau kita
mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat
hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.
Hal ini
disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara
Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi
gerakan kepramukaan.
B. Riwayat
hidup Baden Powell
Lahir
tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama
powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika
Stephenson masih kecil.
Pengalaman
Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan
menarik diantaranya :
a. Karena
ditinggal bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.
b. Dari
kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga
dan lain-lainnya.
c. Sifat
Baden Powell yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara,
berolah raga, mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.
d.
Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang
berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan
melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.
e. Terkepung
bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan
makan.
f.
Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu
milik Raja Dinizulu.
Pengalaman
ini ditulis dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara
muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik.
William
Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih
anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu.
Kemudian
dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak
berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8
hari.
Tahun 1910
BP pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Pada tahun
1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau
mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal
tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.
C. Sejarah
Kepramukaan Sedunia
Awal tahun
1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang
dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For
Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian
berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys
Scout.
Tahun 1912
atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan
untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri
beliau.
Tahun 1916
berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku
The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini
bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk
serigala.
Tahun 1918
beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun
1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia).
Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke
pantai bahagia.
Tahun 1920
diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau
mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat
sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).
Tahun 1924
Jambore II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
Tahun 1929
Jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
Tahun 1933
Jambore IV di Godollo, Budapest, Hongaria
Tahun 1937
Jambore V di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
Tahun 1947
Jambore VI di Moisson, Perancis
Tahun 1951
Jambore VII di Salz Kamergut, Austria
Tahun 1955
Jambore VIII di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris
Tahun 1959
Jambore IX di Makiling, Philipina
Tahun 1963
Jambore X di Marathon, Yunani
Tahun 1967
Jambore XI di Idaho, Amerika Serikat
Tahun 1971
Jambore XII di Asagiri, Jepang
Tahun 1975
Jambore XIII di Lillehammer, Norwegia
Tahun 1979
Jambore XIV di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan
Tahun 1983
Jambore XV di Kananaskis, Alberta, Kanada
Tahun 1987
Jambore XVI di Cataract Scout Park, Australia
Tahun 1991
Jambore XVII di Korea Selatan
Tahun 1995
Jambore XVIII di Belanda
Tahun 1999
Jambore XIX di Chili, Amerika Selatan
Tahun 2003
Jambore XX di Thailand
Tahun 2007
Jambore XXI di Hylands Park Inggris
Tahun 2011
Jambore XXII di Rikaby, Swedia
Tahun 15
Jambore XXIII di kirarahama, Jepang
Tahun 1914
beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana
tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau
mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat
pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.
Tahun 1920
dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di
London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London
ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi
ke Geneva, Swiss.
Sejak tahun
1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh
Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry
(Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi
oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.
Biro
Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir,
Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri
bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab,
Afrika dan Amerika Latin.
Langganan:
Postingan (Atom)
